sindunesia Sindunesia, (Pejuang Waktu) yang suka belajar apa saja untuk kemanfaatan sesama.

Pengalaman Ziarah Makam Sunan Ampel Surabaya

makam sunan ampel, surabaya, wisata, religi, sunan ampel

makam sunan ampel, surabaya, wisata, religi, sunan ampelAssalamualaikum warrahmatullahiwabarakatuh. Hallo sobat baca, kembali lagi berjumpa dengan SinduNesia. kali ini aku akan berbagi kisah cerita pengalamanku ketika ziarah ke makam Sunan Ampel Surabaya.

Pengalaman ini aku ceritakan yang mana nanti bisa sebagai inspirasi rujukan, salah satu destinasi wisata religi di kota Surabaya yang mengesasnkan, dan sangat rekomendasi untuk kalian kunjungi.

Selain itu, disana kita bisa belajar tentang sejarah zaman perwalian beserta sanat keturunanya. Penasaran bukan seperti apa ceritanya?

Baiklah, langsung saja kalian gulir kebawah untuk membaca ceritanya.

Persiapan Berangkat Ziarah ke Makam Sunan Ampel

 

Ziarah makam ke sunan Ampel, adalah agenda yang secara rutin diadakan ketika aku sekolah di MEC Surabaya. Kegiatan ini dilakukan biasa setelah liburan semester pertama.

Kegiatan Ziarah tersebut sudah lama berjalan, bahkan sebelum aku di MEC Surabaya th 2018. Program ini sudah diagendakan rutin disetiap tahunya.

Awal cerita, diberitahukanya info kepada kami para mahasiswa MEC. Sebulan sebelum hari H, bahwa akan dilakukan kegiatan ziarah makan Sunan Ampel Surabaya.

Selang beberapa hari, atau dua hari sebelum berangkat ziarah, para mahasiswa di briefing guna untuk persiapan pemberangkatan, yang mana meliputi cek kesehatan, perlengkapan, serta arahan untuk tertib saat kegiatan berlangsung nantinya.

Briefing dan cek segala macem dilakukan seperti pada umumnya, tujuanya untuk memastikan persiapan para mahasiswa. Karena ziarah makam ini tidak seperti bisanya, kami lakukan dengan cara yang sedikit berbeda.

Hal unik dan menantang tentang ziarah makan ini nanti ialah, dimana pada umumnya perjalanan menuju makam ditempuh dengan kendaraan, mobil motor, bus, travel, ojek, gojek, dan grab. Namun perjalan itu kami tempuh hanya dengan jalan kaki saja.

Sessudah itu sampai pada hari minggu tepatnya, kami kumpul di lapangan sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan sebelumnya. Kemudian apel pemberangkat serta kroscek kesiapan dan perlengkapan.

Sampai akhirnya selesai apel dan kroscek, terlihat waktu menunjukkan pukul 6:45 kemudian kami siap untuk berangkat.

Dengan berbaris dua orang per shaf, kami dengan kelompok masing-masing berjalan keluar dari lapangan MEC menuju tepi jalan raya Jambangan.

Perjalanan menuju lokasi , dimana start awal kami mulai dari MEC Surabaya Jl. Raya, Jambangan No 70, menuju lokasi finish di kompleks Masjid Ampel di Jl. Ampel Masjid No 53, Surabaya.‎

Perjalanan menuju Lokasi Makam Sunan Ampel

Satu per satu dari masing-masing kelompok didampingi oleh para mentor MEC. Dengan semangat, langkah demi langkah kami menyusuri jalanan yang ramai, dari sekian banyak aktifitas lalu lalang kendaraan.

Disela perjalanan kami yang panjang, untuk mengurangi rasa capek saaat jalan kaki, disitu kami selingi dengan bacaan sholawat, dzikir, serta hafalan sambung ayat. Jadi perjalanan kami terasa ringan meskipun melintas dibawah teriknya matahari.

Bisa dibayangkan ya bagaimana rasanya berjalan kaki di kota Surabaya, pada saat musim kemarau panasnya seperti apa. Yang jelas tidak seenak dibandingkan dengan naik kendaraan ber AC ya.

Namun dengan keadaan seperti itu tidak mengurangi niat dan rasa semangat kami untuk mencapai garis finis di makam sunan Ampel. Disisi lain dibalik panas dan lelah perjalanan yang dirasa banyak hikmah yang kami dapatkan.

Dari hal itulah akhirnya aku menyadari kenapa harus dilakukan dengan jalan kaki saja, tentunya kegiatan ini lebih menantang. Alasan utamanya  adalah, ketika mampu untuk melewati tantangan seperti itu secara kompak,  dari situ menjadi nilai plus baik kita sadari secara langsung, ataupun tidak langsung.

Dalam perjalanan menuju makam sunan Ampel, banyak hikmah kebaikan yang aku dapatkan. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Hikmah Perjalanan

Pertama, aku merasakan bisa menambahkan rasa kesabaranku melalui beberapa rintangan ujian kepanasan saat berjalan, karena hal itu belum tentu kita dapatkan ketika hanya berdiam saja tanpa adanya tantangan dilapangan.

Kedua, aku merasakan tambahnya rasa semangat. Mengapa demikian, karena, ketika aku melakukan perjalanan yang tidak dekat, juga tidak bisa dipercepat pencapaian ke finisnya, namun aku tetap pantang menyerah dan terus berjalan untuk mencapai titik tujuan.

Ketiga, mampu menumbuhkan sikap dan rasa tanggung jawab yang penuh. Mengapa demikin, karena disepanjang perjalanan kita satu kelompok diamanahi dengan tugas dan aturan masing-masing untuk kami kerjakan sesuai dengan waktu dan ketentuan, meskipun dalam keadaan yang tidak begitu nyaman.

Keempat, mampu menumbuhkan sikap kerjasama team yang baik.Mengapa demikian, karena, ketika berjalan dalam suatu kelompok disitulah tantanganya harus kompak dalam keadaan dan situasi apapun. Alhamdulillah dari hal itu aku temukan bagaimana seharusnya aku bertindak yang tepat untuk kelompok dsb.

Intinya perjalanan yang telah direncanakan itu sudah memiliki maksud dan tujuan, yang mana nantinya ada manfaat serta hikmah kebaikan bagi yang berhasil melampauinya.

Istirahaat di Kebun Binatang Surabaya

kebun binatang surabaya

Panas matahari terasa semakin menyengat. Perjalanan ini lumayan panjang ditempuh dengan jalan kaki, karena start awal kami dari mec yang merupakan ujung Surabaya selatan, sedangkan lokasi Makam terletak di ujung Surabaya utara.

Tak heran aku dan teman-teman sekelompok mulai merasa lelah. Belum dapat setengah perjalanan, bisa dibilang seperempat perjalanan yang telah kami lalui, akhirnya kami sepakat istirahaat.

Kami istirahaat tepatnya di kebun binatang Surabaya, waktu itu menunjukkan pukul 9:00 wib. Sambil duduk-duduk disekitar area taman, kupandang banyak para pengunjung berbondong masuk ke dalam kebun binatang.

Memang sudah seperti kebutuhan ya, disetiap hari libur pada akhir pekan khususnya, kebun binatang menjadi salah satu tempat faforit liburan keluarga bagi masyarakat Surabaya.

Banyak juga para fotografer yang menghampiri untuk menawarkan jasanya, untuk menjadi customernya. Untuk menarik minat kami agar mau untuk foto denganya, tak jarang tawaran yang ia sampaikan, seperti halnya:

Mas foto sini aja, murah kok, kualitas boleh diadu dibanding dengan yang lain”, dan lain sebagainya. Karena kami sudah membawa kamera sendiri, akhirnya dari banyak tawaran itu ya kami tolak.

Biasa karena sudah ambil foto-foto sendiri dengan teman-teman, untuk menolak tawaran itu kami ucapkan, “terimakasih mas kami sudah bawa kamera sendiri dan barusan sudah foto”. kembali fotografer itu menjawab “iya mas ngak papa”.

Suasana Jalanan Kota Surabaya

Beberapa menit berlalu, istirahaat di kebun binatang dirasa sudah cukup, rasa lelah pun telah berganti dengan semangat, saatnya kami lanjutkan perjalanan yang masih panjang untuk ditempuh.

Dari sekian lajur jalan yang kami lalui, terpampang beberapa banyaknya bangunan. Gedung menjulang tinggi, seperti hotel, mall, perkantoran apartemen dan lain sebagainya. Tak heran memang Surabaya banyak gedung pencakar langit karena pembangunanya sudah cukup maju, disamping itu Surabaya sebagai kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta.

Kemajuan kota yang pesat dan besar, hal seperti ini biasanya menjadikan pertumbuhan dan perputaran ekonomi di kota Surabaya cukup cepat dan besar juga tentunya.

Dari hal itu, terjadilah pertumbuhan penduduk di kota Surabaya yang semakin meningkat pula,salah satunya, banyaknya para pendatang sebagai orang rantau. Pendatang itu tdak hanya dari beberapa orang local Indonesia saja, banyak juga para turis asing disana.

Selain itu sempat kuamati aktifitas penduduk yang cukup padat, terlihat dari pinggir trotoar banyaknya aktifitas lalu lalang, ditemukanya volume kendaraan yang memadati sepanjang ruas jalan. Tak ketinggalan ojek online juga terlibat disitu.

Sampai di Makam Sunan Ampel Surabaya.

makam dan masjid sunan ampel surabayaSetelaah beberapa jam kami melakukan perjalanan sampai akhirnya tiba juga di lokasi tujuan yaitu di Makam Sunan Ampel Surabaya. Lama perjalanan mulai dari awal start sampai finish terhitung tiga jam setengah lamanya.

Kami tiba di makam sunan Ampel pada pukul 9:45 wib. Sejenak kami berkumpul mengheningkan rasa puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa Allah swt, atas segala karunianya. Alhamdulillah kami telah diberikan kelancaran dan keselamatan sampai tujuan.

Disana dari depan pintu masuk kami berjalan menuju masjid dekat makan terlihat banyaknya berbagai toko berderet, yang menjual aneka macam oleh-oleh maupun perlengkapan ibadah.

Beberapa hal yang kuingat disepanjang gerbang masuk menuju makam ada puluhan sampai ratusan jumlahnya pedagang.

Diantara barang yang dijual adalah, makanan khas ada jenang, dodol, nasi campur, wingko babat, dan masih bnyak lagi. Tidak jarang juga yang jual alat ibadah seperti, tasbih, kopyah, sajadah, sarung, mukena, dan lain sebagainya.

Disisi lain aku melihat juga, diantara banyaknya aktifitas antara penjual masyarakat setempat dan pengunjuung ziarah yang datang, terlihat beberapa anak-anak yang masih muda berprofesi sebagai peminta.

Lewat sudah dari deretan pedagang terlihat didepan masjid yang ramai dengan para jamaah yang berdatangan untuk melakukan ibadah, sholat, itikaf, dan sejenisnya.

Kamipun berjalan menuju masjid tersebut, dan sejenak beristirahat, merengangkat otot kaki yang agak tegang karena panjangnya perjalanan, sesudah itu kemudian serentak kami lanjutkan ambil wudlu terus untuk melaksanakan sholat ke dalam masjid.

Yasin dan Tahlil di Makam Sunan Ampel

suasana makam sunan ampel surabayaSelesai melaksanakan sholat, aku dan rombongan beranjak keluar dari masjid, kemudian dilanjut pergi ke makam sunan Ampel, yang letaknya berdekataan sejajar tepat di depan dari arah masjid.

Banyak sekali antrean para jamaah yang terlihat berkerumun didepan pintu masuk makam. Kami dengan rombongan pun ikut antri dibelakangnya.

Tak lama para jamaah sebagian telah selesai ziarahnya, dan keluar dari makam, kemudian langsung bergantian kami masuk, untuk ziarah mendoakan beliau, waliiyulloah Sunan Ampel serta dilanjut dengan bacaan Yasin & Tahlil.

Selesai dari situ kami memangil salah satu juru kunci makam, disana kami belajar dan meminta penjelasan tentang sejarah daripada makam sunan Ampel tersebut.

Dan akhir acara banyak sekali pengetahuan serta pengalaman yang kami dapat dari wisata religi ziarah ke makam Maulana Malik Ibrahim sunan Ampel Surabaya.

Demikian teman–teman, sebagian kisah pengalamanku ketika ziarah ke makam Sunan Ampel Surabaya, semoga bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada salah kata boleh dimaafkan, serta jangan lupa untuk tetap stay baca di sindunesia.com, Terimakasih dan sampai jumpa pada artikel- artikel beerikutnya.

 

sindunesia Sindunesia, (Pejuang Waktu) yang suka belajar apa saja untuk kemanfaatan sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *