sindunesia Sindunesia, pembelajar beragama dan berbudaya yang suka calistung.

Pengertian Tolak Peluru: Sejarah, Teknik, Gaya, Lapangan, Peralatan & Kesalahannya (Lengkap)

pengertian tolak peluru
tolak peluru

Pengertian Tolak Peluru – Tolak peluru menjadi salah satu jenis olahraga yang sering dipraktekkan. Bahkan mulai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas selalu mempelajari apa itu tolak peluru dan bagaimana tekniknya. Tapi masih banyak juga yang bingung pengertian tolak peluru.

Pengertian Tolak Peluru

Jika kamu masih bingung mengenai pengertian tolak peluru, ini merupakan cabang dari olahraga atletik dengan melemparkan bola besi sejauh mungkin.

Namun kamu harus melemparkannya dari tempat yang sudah ditentukan dan patuh dengan aturan-aturan yang sudah ditetapkan.

Meski terkesan hanya melemparkan sebuah bola besi ke arah depan, tapi jika tidak menetapkan teknik maka akan sangat berbahaya sekali.

Sebab bola besinya sangat berat mulai dari 3 kg sampai dengan 7 kg dan bisa membuat kamu cedera kalau sampai salah teknik.

Teknik Tolak Peluru

teknik tolak peluru
wikiow

Tidak cukup dengan pengertian tolak peluru saja tentunya, jika kita benar-benar ingin bisa menguasai cabang olahraga ini maka harus menguasai beberapa teknik permainan-nya sebagai berikut.

1. Teknik Memegang Peluru

teknik memegang peluru
wikiow

Ada beberapa teknik dalam memegang peluru sebelum melakukan peletakan peluru pada bahu dan melakukan tolakan.

Teknik pertama yang harus kamu pelajari adalah memegang peluru. Salah satu caranya mulailah angkat bola besi dan letakkan pada telapak tangan.

Kemudian cengkeram kuat bola besi itu dengan semua jari dan telapak tangan mengarah ke atas. Biasanya atlet akan memperkuat ibu jari karena menjadi penahan utama bola besi.

2. Teknik meletakkan peluru pada bahu

teknik meletakkan peluru pada bahu
wikio

Teknik selanjutnya adalah menempatkan tangan yang mencengkram bola besi ke sisi bahu kanan. Posisikan bola besi dan tangan tepat di leher kanan. Usahakan ibu jari menempel tepat pada bagian tulang baju dan juga tulang selangka.

Usahakan juga antara siku dan bahu sejajar lurus dengan kepala yang posisinya miring mengarah ke bola besi. Tujuannya agar mampu melakukan tolakan dengan mantap dan maksimal.

3. Teknik menolak peluru

Teknik menolak peluru
Teknik menolak peluru

Teknik terakhir adalah melakukan tolakan pada peluru atau bola besi. Posisikan tubuh kamu ke arah samping dengan membawa bola besi yang ditempelkan pada leher.

Lalu kaki dibuka sedikit selebar dengan bahu dan pada kaki tangan sedikit menekuk dan membuat tubuh menjadi condong ke belakang.

Ayunkan kaki kiri dan gunakan kaki kanan sebagai tumpuan utama. Pinggang diarahkan ke depan bersamaan dengan melontarkan dengan tolakan telapak tangan sekuat tenaga. Setelah itu tubuh menghadap ke depan sambil kaki ditekuk sedikit.

Related Post:

 

Gaya Tolak Peluru

gaya tolak peluru

Beberapa orang memiliki kecenderungan yang berbeda-beda dalam memakai jenis gaya tolak peluru yang sering di lakukannya.

Mereka setelah mencoba beberapa gaya tolak peluru akan menemukan mana yang lebih nyaman untuk dimainkan, entah nitu gaya o, brien, Glide, classing dan yang lainnya.

Dan tidak menutup kemungkinan juga mereka nyaman-nyaman saja memakai semua jenis gaya dalam tolak peluru tersebut.

Berilut adalah macam-macam gaya olahraga tolak peluru yang perlu kita ketahui.

  • Tolak Peluru Gaya O’Brien (Membelakangi)

Tolak Peluru Gaya O’Brien (Membelakangi)

Gaya pertama ini memiliki ciri khas membelakangi bagian tolakan. Tujuannya adalah untuk menghasilkan tolakan yang lebih jauh.

Jadi tubuh akan menghadap ke belakang tidak di samping dan peluru akan bisa dilemparkan lebih jauh sebab tenaga yang dihasilkan lebih besar.

  • Tolak Peluru Gaya Glide (Meluncur)

Tolak Peluru Gaya Glide (Meluncur)

Gaya meluncur ini dibuat oleh atlet bernama Parry O’Brien pada 1951 lalu. Gaya ini cukup unik sekali dan jarang terlihat ketika kamu sedang mempelajari tolak peluru.

Jadi badan akan diputar setengah lingkaran sebelum pada akhirnya mendorong peluru sekuat tenaga ke arah depan.

Jadi peserta akan menghadap ke belakang dan membuat tumpuan dengan mendorong tubuh ke depan atau bergerak setengah lingkaran.

  • Tolak Peluru Gaya Klasing (Samping)

Tolak Peluru Gaya Klasing (Samping)

Gaya menyamping menjadi yang paling terkenal dan banyak digunakan oleh orang-orang. Gaya ini memposisikan tubuh ke arah samping sebelum melakukan tolak peluru dengan sekuat tenaga.

Kemudian peluru ditempatkan pada leher dan tangan mendorongnya sekuat tenaga bersama dengan tumpuan yang dibangun oleh kaki kanan. Tubuh juga kembali mengarah ke depan jika tolakan sudah dilakukan.

Tolak Peluru Gaya Spin (Berputar)

Tolak Peluru Gaya Spin (Berputar)

Gaya berputar juga sangat unik mirip seperti glide. Gaya ini dikenalkan oleh Aleksandr Baryshnikov pada 1972. Sesuai dengan namanya, ketika akan melakukan tolakan tubuh akan diputar sampai 360 derajat dan menghasilkan tolakan yang kuat dan jauh.

Gaya ini sulit kamu praktikkan karena peserta harus mengatur keseimbangan tubuh ketika berputar sambil membawa beban peluru yang berat.

Hal yang Diperhatikan dalam Teknik Tolak Peluru

1. Membawa tungkai kanan menjadi lebih rendah.

2. Menerima keseimbangan gerak pada kedua tungkai, di mana tungkai kanan lebih memimpin di belakang.

3. Terus menjaga badan bagian atas agar tetap rileks saat bagian bawah bergerak menjadi tumpuan.

4. Membuat sebuah rangkaian gerakan tolak peluru yang cepat dan menjauh dari tungkai kiri.

5. Memutar kaki sebelah kanan saat akan melakukan luncuran.

6. Menjaga pinggul kanan dan bahu ke belakang serta menahan tangan kanan dekat dengan badan.

7. Menahan dengan kuat semua beban dengan tungkai kanan.

Kesalahan/Kegagalan dalam Tolak Peluru

1. Kaki menginjak batas atas balok.

2. Kaki mengenai sisi luar dari lingkaran tanah.

3. Keluar atau masuk ke lingkaran dari muka garis yang ada di tengah.

4. Meletakkan peluru di belakang kepala, seharusnya di samping.

5. Peluru jatuh terlebih dahulu di luar lingkaran.

6. Menginjak garis pada lingkaran di lapangan.

7. Gagal melakukan tolakan peluru sebanyak tiga kali.

Peralatan Tolak Peluru

Peralatan Tolak Peluru

1. Alat ukur jarak untuk menghitung seberapa jauh hasil tolakan peluru yang dilakukan para peserta.

2. Bendera yang berfungsi untuk menjadi pertanda hasil tolakan peserta di lapangan pendaratan.

3. Peluit untuk memberikan aba-aba kepada para peserta tolak peluru.

4. Bola besi atau peluru sebagai alat utama untuk melakukan tolakan. Ada beberapa aturan terkait bola besi peluru ini yaitu senior putra dengan berat 7,257 kg, senior putri 4 kg, junior putra 5 kg dan junior putri 3 kg.

Lapangan Tolak Peluru

Lapangan Tolak Peluru

Ada dua bagian lapangan tolak peluru, yaitu lapangan pendaratan dan lapangan berbentuk lingkaran untuk tolakan. Lapangan pendaratan diberi garis batas dan garis ukur standar.

Panjang lapangan pendaratan adalah paling pendek 25 meter dari lapangan tolakan dengan sudut 40 derajat.

Lapangan tolakan berbentuk lingkaran dengan diameter 2,135 meter dengan ring besi di sekelilingnya yang memiliki tebal 66 mm dan tingginya 2 cm untuk batas lingkaran. Lalu di bagian depan lingkaran, ada balok batas ukuran 1,22 x 0,10 x 0,114 meter.

Peraturan Tolak Peluru

peraturan tolak peluru

1. Tidak boleh menyentuh balok batas bagian atas.

2. Tidak boleh menyentuh tanah yang berada di luar lingkaran tolakan.

3. Dilarang keluar lingkaran dari muka garis yang ada di tengah.

4. Harus datang maksimal 3 menit setelah dipanggil. Jika lebih langsung didiskualifikasi.

5. Dilarang menaruh peluru di belakang kepala.

6. Peluru tidak boleh sampai jatuh di luar lingkaran.

7. Tidak boleh sampai menginjak garis lingkaran.

8. Jangan keluar lewat depan dari garis lingkaran.

9. Jangan keluar dari lingkaran dengan tergesa-gesa.

10. Peserta didiskualifikasi jika 3 kali gagal melempar.

Sejarah Tolak Peluru

Kamu akan kesulitan mencari catatan sejarah bagaimana bentuk dan bahan dari peluru yang digunakan saat pertama kali digunakan masa Yunani Kuno.

Selain itu tolak peluru menjadi salah satu bentuk latihan perang prajurit Troya. Melihat keseruan permainan ini maka setelah itu diadakan pertandingan.

Tapi tidak ada catatan resmi kapan kompetisi tolak peluru pertama kali dilakukan. Hanya ada catatan kompetisi tolak peluru yang berlangsung di Skotlandia saat abad ke-1.

Kemudian di abad ke-16, Raja Henry VIII dari Inggris juga menyelenggarakan pertandingan tolak peluru ini.

Kompetisi pertama saat era pertengahan dilakukan oleh prajurit militer dengan melemparkan bola besi. Sementara itu kompetisi yang tercatat adalah di Skotlandia dalam The British Amateur Championships 1866.

Setelah itulah olahraga ini semakin terkenal terutama saat olimpiade Yunani 1896.

Mempraktikkan tolak peluru sebenarnya bukan hal yang mudah. Tapi setelah membaca pengertian tolak peluru dan tekniknya, tentu kamu mulai tahu apa saja yang harus dilakukan saat melakukan tolak peluru.

Akhir Kata

Demikian sajian informasi pembahasan mengenai pengertian tolak peluru beserta dengan sejarah, teknik, gaya, lapangan, peralatan, kesalahannya hingga hal apa saja yang harus diperhatikan dalam melakukan olahraga tolak peluru.

Semoga bermanfaat, baca juga: √ Ukuran Lapangan Bulu Tangkis Penjelasan Selengkapnya.

sindunesia Sindunesia, pembelajar beragama dan berbudaya yang suka calistung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *