Sindu Muda Sindu Muda, (Pejuang Waktu) yang suka belajar apa saja untuk kemanfaatan sesama.

Peta Bandung dan Penjelasan Lengkap

Peta Bandung

Peta Bandung – Bandung merupakan kota metropolitan terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Bandung juga merupakan ibukota daripada provinsi Jawa Barat.

Dijuluki Paris van Java (Parisnya Jawa) oleh Belanda karena kemiripan-nya dengan Paris dan suasana Eropa pada zaman kolonial.

Bandung juga mendapat julukan lain sebagai Kota Kembang, secara harfiah berarti Kota Bunga sejak dulu karena Bandung memiliki banyak jenis tumbuhan bunga.

Terletak di ketinggian 768 m, dikelilingi oleh pegunungan yang subur dan indah membuat iklim Bandung terasa segar dan menyenangkan.

Bandung juga terkenal dengan universitasnya, produsen pakaian yang modis serta sebagai tempat yang cocok untuk petualangan gastronomi.

Peta Bandung

Berikut merupakan beberapa peta Bandung dan sekitarnya yang kami klasifikasikan berdasarkan jenisnya, seperti Peta Bandung Tiga Dimensi, Peta Bandung Jaringan Jalan, Peta Bandung Objek Wisata dan lainnya.

Selain ketiga jenis peta diatas, selengkapnya simak beberapa peta Bandung beserta penjelasan dan karakteristiknya sebagai berikut.

Peta Bandung Lengkap

Gambar peta Bandung lengkap da daerah sekitarnya dengan  skala 1 : 70.000.

peta bandung lengkap

Peta Bandung Tiga Dimensi

peta bandung 3d

Peta Bandung tiga Dimensi dan Sekitarnya dirancang dengan penggabungan antara peta kontur tiga dimensi dari peta topografi bumi dengan skala 1:25.000.

Adapun metode yang digunakan dalam pembuatan peta topografi tersebut adalah metode Photogrammetry.

Metode ini dilakukan dengan cara pemetaan melalui pemotretan dari ketinggian di udara yang diambil antara tahun 2000 hingga 2004. Sedangkan tahun pengambilan data melalui citra satelit SPOT yakni pada tahun 2007.

Peta Jaringan Jalan

Peta Jaringan Jalan Bandung

Peta Jaringan Jalan adalah rumpun dari peta topografi yang berskala lebih kecil. Peta ini cenderung mengutamakan informasi tekstual daripada dengan ketelitian spasialnya.

Yang mana peta Bandung jenis jaringan jalan ini kurang cocok jika digunakan untuk keperluan navigasi sebenarnya.

Peta Jaringan Jalan telah dilengkapi informasi penunjang yang dapat menunjukkan nama-nama tempat meliputi kelurahan, kecamatan, kode pos, rumah sakit, lokasi kantor pemerintahan, tempat ibadah, hingga hotel dan sebagainya.

Peta Wisata Bandung

Peta Wisata Bandung

Peta Bandung jenis peta wisata memuat informasi yang berkaitan dengan pariwisata, peta ini merupakan sebuah gambar visualisasi bidang datar yang bukan merupakan peta sebenarnya.

Peta Buta Bandung

Gambar peta Bandung jenis peta buta kombinasi beberapa warna.

peta buta bandung

Peta Kota Bandung

Gambar peta kota Bandung dengan skala 1 : 75.000.

peta kota bandung

Peta Kabupaten Bandung

Peta Bandung wilayah kabupaten pada pemilihan umum tahun 2014.

peta kabupaten bandung

Peta Bandung Barat

peta kabupaten bandung barat

Peta Bandung Vector

Gambar peta Bandung jenis peta vector beserta nama kecamatan kombinasi beberapa warna.

peta bandung vector


Baca Juga: Peta Bali dan Penjelasan Lengkap


Sejarah Bandung

Sejarah Bandung

Walaupun rujukan tertua tentang kota ini tertulis sejak tahun 1488, sisi lain ada banyak temuan arkeologis Australopithecus (Manusia Jawa) yang hidup di tepi sungai Cikapundung dan tepi Danau Besar Bandung.

Pada abad 17-18, perusahaan Hindia Belanda (VOC) menciptakan perkebunan kecil di Bandung, dengan jalan menuju Batavia (sekarang Jakarta) diselesaikan pada 1786.

Pada 1809, Louis Bonaparte seorang penguasa Belanda dan koloninya memberikan perintah kepada Gubernur Hindia Belanda HW Daendles.
Perintahnya agar meningkatkan pertahanan Jawa terhadap ancaman Inggris, yang menduduki di semenanjung Melayu.

Daendels merespons dengan membangun Great Post Road (De Groote Postweg) yang membentang sekitar 1000 km antara pantai barat dan timur Jawa.

Karena pantai utara adalah area rawa-rawa yang pada saat itu tidak dapat dilewati, jalan pun dialihkan melalui Bandung di sepanjang jalan yang sekarang disebut Jalan Asia-Afrika.

Daendels sangat menyukai lokasi strategis Bandung sehingga ia memerintahkan ibukota untuk dipindahkan ke sana.

Barak militer pun dibangun dan Bupati Wiranatakusumah II, kepala administrator daerah itu, membangun dalamnya (istana), Masjid Agung dan pendopo (tempat pertemuan) Jawa klasik di alun-alun dekat sepasang sumur kota suci (Sumur Bandung) yang menghadap ke gunung mistis Tangkuban Perahu.

Didukung SDA seperti cinchona (kina untuk obat malaria), teh, dan perkebunan kopi, Bandung menjadi makmur dan berkembang menjadi resor bergaya Eropa yang eksklusif dengan hotel, kafe, dan toko.

Kendati banyak bangunan Bandung diantaranya termasuk hotel Preanger dan Savoy Homann, serta jalan perbelanjaan Jalan Braga yang masih tersedia hingga saat ini.

Gedung Concordia Society, sekarang Gedung Merdeka dibangun dengan ruang pesta besar sebagai klub bagi orang Eropa kaya untuk menghabiskan akhir pekan mereka masa itu.

Pada tahun 1880, jalur kereta api utama pertama antara Jakarta ke Bandung dibuka yang mana mampu meningkatkan industri kecil dan membawa masuk pekerja Cina.

Kemudian ada universitas Bandung pertama didirikan pada 3 Juli 1920, yaitu Technische Hogeschool (TH).

Salah satu anggota alumni-nya adalah Presiden Soekarno sendiri. Universitas itu sekarang dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB)

Pada tahun 1942, setelah tentara Jepang mendarat di daerah pesisir Jawa, Belanda mundur dari Jakarta ke Bandung, tetapi diusir dari sana dan akhirnya segera menyerah pada saat itu juga.

Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Bandung ditetapkan sebagai ibukota provinsi Jawa Barat.

Selama Revolusi Nasional Indonesia, beberapa pertempuran paling heroik terjadi di sekitar Bandung.

Tentara Belanda hampir musnah di Jawa pada akhir Perang Dunia II. Untuk membantu pemulihan kedaulatan Belanda, Inggris menguasai militer di kota-kota besar di Jawa, dan komandan militer Inggris menetapkan ultimatum bagi pejuang Indonesia TRI di Bandung untuk meninggalkan kota.

Sebagai tanggapan, pada tanggal 24 Maret 1946, banyak kota Bandung sengaja dibakar oleh pasukan TRI, karena mereka tidak akan mematuhi perintah yang diberikan oleh pasukan Inggris.

Yang mana kemudian peristiwa tersebut dikenal sebagai Bandung Lautan Api.

Bagi TRI, tindakan ini adalah tanda penolakan untuk menyerah. Kemudian lebih dari 200.000 orang meninggalkan kota selama insiden itu.

Pada tahun 1955, Konferensi Asia-Afrika pertama yang dikenal sebagai Konferensi Bandung, diselenggarakan di Bandung oleh Presiden Sukarno.

Konferensi tersebut dihadiri oleh para kepala negara yang mewakili dua puluh sembilan negara merdeka dari Asia dan Afrika.

Tempat konferensi berada di Gedung Merdeka, bekas gedung Concordia Society. Konferensi ini mengumumkan sepuluh poin deklarasi untuk mempromosikan perdamaian dunia dan oposisi terhadap kolonialisme yang dikenal sebagai Deklarasi Bandung.

Hal ini diikuti oleh gelombang gerakan nasionalisme dan dekolonisasi di seluruh dunia yang memetakan kembali politik dunia.

Pada tahun 1987, batas kota diperluas sebagai rencana pembangunan ‘Bandung Raya’ dengan relokasi zona pengembangan luar kota sebagai upaya untuk mencairkan kepadatan penduduk di kota tua.

Selama pengembangan ini, inti kota sering dihilangkan seperti perobohan bangunan-bangunan tua.
Sehingga mengubah area perumahan menjadi zona komersial sebagai pusat bisnis mencakup supermarket, mal, bank dan sebagainya.

Wilayah Bandung

pembagian wilayah bandung

Wilayah Bandung terdiri dari dua pemerintahan antara Kabupaten Bandung dan kota Bandung. Dapat dilihat dari peta Bandung letak kedua wilayah ini saling berhimpitan.

Pembagian kedua wilayah antara kabupaten dan kota tersebut memiliki pemerintah daerah dan badan parlemen sendiri.

Secara umum kabupaten ini memiliki wilayah yang lebih luas daripada kota. Kabupaten dipimpin oleh seorang bupati dan sebuah kota dipimpin oleh seorang wali kota.

Bupati atau walikota dan anggota dewan perwakilan dipilih dengan suara rakyat untuk jangka waktu 5 tahun.

Kabupaten dan kota Bandung yang dikenal sebagai daerah tingkat II membawahi daerah tingkat III kecamatan dan IV yaitu desa dan kelurahan.

Berikut penjelasan selengkapnya mengenai pembagian wilayah Bandung sesuai dengan peta Bandung.

Wilayah Kabupaten Bandung

Kabupaten Bandung adalah kabupaten administratif yang terletak di selatan, tenggara, timur dan timur laut kota Bandung.

Soreang adalah pusat daripada kabupaten Bandung, di mana kantor bupati dan legislatif setempat berada di Jalan Tol Kopo Soreang.

Berdasarkan geografis-nya wilayah Kabupaten Bandung terletak pada 1070 22′ – 1080 – 50 Bujur Timur dan 60 41′ – 70 19′ Lintang Selatan yang berada di wilayah dataran tinggi.

Kabupaten Bandung memiliki total luas wilayah sebesar 176.238,67 Ha. Kabupaten Bandung ini didominasi dengan perbukitan dan pegunungan yang mengelilingi wilayahnya.

Bukit dan gunung tersebut adalah:

  • Bukit tunggul dengan ketinggian 2.200 m disebelah utara.
  • Gunung Tangkuban Parahu dengan ketinggian 2.076 m, berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Purwakarta.
  • Gunung Patuha dengan tinggi 2.334 m disebelah selatan.
  • Gunung Malabar dengan tinggi 2.321 m.
  • Gunung Papandayan 2.262 m dan Gunung Guntur 2.249 m berada di perbatasan dengan Kabupaten Garut.

Adapun batas wilayah administrasi di Kabupaten Bandung adalah:

  • Bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kabupaten Sumedang.
  • Bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang.
  • Bagian selatan berbatasan dengan Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Garut.
  • Bagian barat berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi dan Kota Bandung.

Kabupaten Bandung dibagi menjadi tiga puluh satu kecamatan, meliputi 280 desa dan kelurahan dengan luas dari 2.322 ha hingga 20.243 ha.

Wilayah Kota Bandung

Kota Bandung menempati wilayah Jawa Barat sekaligus sebagai Ibukota Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat.
Kota Bandung berada pada 107° Bujur Timur & 6° 55’ Lintang Selatan.

Kotamadya Bandung berada pada lokasi strategis, dapat dilihat dari peta Bandung dimana layanan komunikasi, perekonomian dan keamanan dapat terealisasikan.

Dimana kondisi yang baik tersebut dapat memudahkan aparat keamanan untuk bergerak di setiap penjuru kota.

Pemerintah kota Bandung dibagi menjadi 30 kecamatan dan 153 desa (kelurahan). Untuk tujuan pembangunan, maka 30 kecamatan tersebut dikelompokkan menjadi delapan wilayah kota.

Wilayah kota Bandung adalah Arcamanik, Cibeunying, Kerees, Kordon, Gedebage, Ujungberung, Bojonagara dan Tegalega.

Sejak 2018 kota Bandung dipimpin pemerintahan Walikota Oded Muhammad Danial. Sejak 2008, penduduk kota secara langsung memilih walikota

Hal ini tidak seperti sebelumnya, dimana walikota dicalonkan dan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Kota Bandung terbagi menjadi 30 kecamatan yang tercantum di bawah ini beserta dengan jumlah populasi pada Sensus 2010.

Wilayah Arcamanik

  • Antapani (72.006)
  • Arcamanik (65.607)
  • Mandalajati (60.825)

Wilayah Bojonagara

  • Andir (94.361)
  • Cicendo (96.491)
  • Sukajadi (104.805)
  • Sukasari (79.211)

Wilayah Cibeunying

  • Bandung Wetan (29.807)
  • Cibeunying Kaler (68.807)
  • Cibeunying Kidul (104.575)
  • Cidadap (56.325)
  • Coblong (127.588)
  • Sumur Bandung (34.486)

Wilayah Gedebage

  • Gedebage (34.299)
  • Rancasari (72.406)
  • Wilayah Karees
  • Batununggal (116.935)
  • Kiaracondong (127.616)
  • Lengkong (69.307)
  • Regol (79,316)

Wilayah Kordon

  • Bandung Kidul (57.398)
  • Buahbatu (92.140)
  • Wilayah Tegalega
  • Astanaanyar (66.658)
  • Babakan Ciparay (143.203)
  • Bandung Kulon (138.644)
  • Bojongloa Kaler (117.218)
  • Bojongloa Kidul (83.600)

Wilayah Ujungberung

  • Cibiru (67,412)
  • Cinambo (23.762)
  • Panyileukan (37.691)
  • Ujung Berung (72.414)

Pesona Bandung

Pesona Bandung

1. Nilai Sejarah

Dalam perjalanan sejarahnya, kota Bandung mewariskan sejumlah bangunan bernilai sejarah, sebagai salah satu bukti keberadaan dan kemakmuran kota di masa lalu yang disebut sebagai bangunan cagar budaya.

Keberadaan bangunan bersejarah di kota Bandung dalam jumlah banyak, menjadikan Kota Bandung disebut sebagai “Museum Arsitektur Bangunan Kolonial”.

Dengan kata lain, sebuah bangunan bersejarah di Bandung merupakan arsip arsitektur bangunan tua yang bernilai estetika tinggi untuk dilindungi dan dilestarikan.

2. Iklim Yang Bersahabat Bandung

Bandung mengalami iklim hujan tropis (Am) berdasarkan klasifikasi iklim Köppen karena total bulan terkering adalah di bawah 60 milimeter (2,4 in), berbatasan dengan iklim dataran tinggi subtropis (Cfb).

Bulan terbasah adalah Februari dengan total presipitasi 255.0 milimeter (10.04 in), sedangkan bulan terkering adalah September dengan total presipitasi 50.0 milimeter (1.97 in).

Suhu rata-rata sepanjang tahun cenderung lebih dingin daripada kebanyakan kota di Indonesia karena pengaruh ketinggian.

Suhu rata-rata sepanjang tahun hanya memiliki sedikit variasi karena lokasinya dekat dengan garis katulistiwa.
Hal ini banyak menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menikmati segarnya iklim hujan tropis.

3. Wisata Alam

Wisata alam Bandung memang menjadi pilihan tempat liburan lainnya bagi mereka yang puas berbelanja di kota Bandung.

Ya, setelah menghabiskan uang untuk berbelanja di kota Bandung, para wisatawan akan bersantai dengan mengunjungi berbagai objek wisata alam kota Bandung.

Bandung adalah kota yang memiliki banyak tempat wisata alam. Karenanya , kota ini dijuluki sebagai Kota Bunga dan Paris Van Java.

Tempat wisata di Bandung yang menjadi daya Tarik utama adalah wisata alam pegunungan.

Wisata alam banyak digunakan sebagai pilihan liburan, baik oleh masyarakat bandung maupun dari luar kota.

Secara umum wisata alam di Bandung banyak di daerah Bandung Utara dan Bandung Selatan.

Apa sajakah itu? Diantaranya adalah:

  • Wisata air panas di Ciater
  •  Perkebunan Teh
  • Gunung Tangkuban Perahu
  • Kawasan Konservasi Taman Hutan Tahura Ir. H. Juanda
  • Air Terjun Cimahi
  • Dago Dream Park
  • Tebing Keraton
  • Nu Art Sculpture Park
  • Forest Walk Babakan Siliwangi

Selain daftar diatas masih banyak lagi berbagai wisata alam bandung lainnya yang tak kalah menarik. Lebih lengkap Anda dapat melihat melalui peta bandung jalan wisata.

4. Wisata Kuliner

Suasana makan kota pasti akan memuaskan pecinta makanan, dengan sejumlah besar kafe, restoran, warung makan dan food court.

Sebagian besar restoran di Bandung menyajikan hidangan lezat seperti bakso tahu, martabak, soto bandung, lotek, mie kocok, mie ayam dan nasi timbel.

Di antara pilihan bersantap yang sangat direkomendasikan untuk menikmati hidangan khas lokal adalah Sate Kardjan, Bubur Ayam Mang Oyo dan Santosa.

Untuk masakan internasional, pilihan terdiri dari Kampung Daun, Sierra Cafe & Lounge, Tizis Restaurant dan Coca Suki.

Jika masakan Cina adalah favorit Anda, maka mampirlah ke restoran seperti Golden Lake Chinese Restaurant.

Demikian pula, salah satu restoran yang sangat disukai untuk hidangan makanan laut adalah Mustika Jaya Sari.

Ada juga sejumlah pilihan untuk mencoba masakan lokal, seperti Sindang Reret, Ponyo dan AA Laksana.

Selain itu, kota ini juga memiliki daftar restoran untuk masakan barat, termasuk Sadewa Steak, McDonald’s, Stone Café dan Cafe Venezia.

5. Wisata Fashion

Bandung dikenal sebagai kota mode di Indonesia. Inilah kota tempat Anda bisa mendapatkan tren fashion terkini dengan harga terjangkau.

Meski begitu, kualitasnya tetap unggulan sebanding dengan merek kelas dunia. Singkatnya, Bandung adalah surga belanja fashion berkualitas.

Jalan Cihampelas dulu dikenal sebagai jalan jeans meskipun sekarang toko di strip jalan ini kebanyakan menjual t-shirt dan aksesoris. Anda mungkin akan mendapatkan apa pun yang Anda cari di jalan ini.

Kemudian dari factory outlet hingga pusat perbelanjaan yang luas, di kota ini menawarkan pilihan untuk berbelanja fashion yang tak terbatas.

Jika Anda memilih untuk membeli dari factory outlet, maka kunjungi jalan Dago dan Setiabudi dimana Anda dapat menemukan beberapa outlet pabrik bermerek.

Beberapa opsi yang tersedia untuk berbelanja distro adalah Ouval Research, Screamous, Badger dan Blackjack.
Tempat itu kebanyakan hadir dengan produk-produk mewah yang diciptakan oleh desainer lokal.

6. Budaya Lokal

Bandung adalah pusat budaya yang signifikan di Indonesia. Sebagai titik lebur seni dan budaya, Bandung menyajikan beberapa pertunjukan menarik dalam bentuk Saung Angklung Udjo, dimana tarian tradisional yang indah dan konser musik bambu oleh anak-anak dilakukan.

Saung Angklung Udjo adalah tujuan yang harus dikunjungi ketika Anda berada di Bandung. Saung ini adalah tujuan wisata pendidikan dan budaya di mana wisatawan dapat belajar tentang angklung, alat musik tradisional Sunda.

Angklung adalah alat musik yang terbuat dari beberapa tabung bambu, yang dapat menghasilkan nada berbeda.
Angklung diyakini telah ada pada abad ke 12 di desa-desa Sunda dan kemudian menyebar ke seluruh Asia Tenggara.

Selain itu, juga masih banyak budaya lokal Bandung diantaranya seperti wayang golek, tari jaipong dan berbagai macam kesenian lainnya.

7. Sarana Transportasi

Bandung dapat diakses melalui jalan raya dari Jakarta. Salah satunya yakni jalan tol antar kota yang disebut Jalan Tol Cipularang, yang menghubungkan Jakarta, Karawang, Purwakarta, Padalarang, dan Bandung. Waktu tempuh untuk mengemudi rata-rata sekitar 1,5 jam.

Selain itu, ada tiga pilihan lain melalui jalur berikut:

  • Rute Puncak (Jakarta- Cianjur / Sukabumi – Bandung)
  • Rute Purwakarta (Jakarta-Cikampek-Purwakarta-Cikalong Wetan-Padalarang-Cimahi-Bandung).
  • Rute Subang (Jakarta- Cikampek – Subang – Lembang – Bandung).

Sedangkan dari kota-kota yang lebih jauh seperti arah timur ( Cirebon, Tasikmalaya dan provinsi Jawa Tengah ), Bandung dapat diakses melalui jalan utama provinsi.

Untuk sarana utama transportasi umum adalah dengan minibus angkot.

Angkot dioperasikan secara pribadi dan melayani berbagai rute di seluruh kota dengan harga yang cukup terjangkau.

Untuk menemukan rute angkot yang tepat, penumpang dapat mencari informasi yang tersedia melalui pengemudi atau di terminal.

Selain itu juga terdapat transportasi taksi dan layanan ojek melalui aplikasi online tersedia secara luas.

Penutup

Demikian sajian informasi mengenai peta Bandung beserta karakteristik wilayah, sejarah, dan pesona yang dimilikinya.

Kami harap dengan ulasan tersebut dapat menambah wawasan mengenai peta Bandung sebagai Ibukota wilayah Jawa Barat Indonesia. Terimakasih dan semoga bermanfaat.

mnbvc
Sindu Muda Sindu Muda, (Pejuang Waktu) yang suka belajar apa saja untuk kemanfaatan sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *