TOBA Naik 39% dalam 3 Bulan meski EPS Negatif, Pantau di Makmur Aplikasi Trading Saham Terbaik

Dilla

saham TOBA Naik 39 di Makmur

Saham dengan laba yang masih negatif belum tentu bergerak lemah di pasar. Saham TOBA misalnya, menjadi salah satu contohnya dengan return bulanan sebesar +37,06% pada Juli, +33,05% pada Agustus, lalu -23,87% pada September 2026. Jika ketiga angka tersebut dihitung secara berurutan, kenaikan saham toba mencapai sekitar 39% dalam tiga bulan, sementara EPS tercatat -141,86. Perbedaan antara pergerakan harga dan kondisi laba ini membuat TOBA perlu dicermati melalui data yang tersedia di aplikasi trading saham terbaik seperti Makmur.

Mengenal TOBA

TBS Energi Utama Tbk dengan kode TOBA merupakan emiten energi yang sedang mengubah arah bisnis dari batu bara menuju energi terbarukan. Dalam proses transformasi tersebut, perusahaan melepas pembangkit listrik berbahan bakar batu bara dan mengarahkan modal akuisisi ke energi hijau. Pengelolaan limbah juga menjadi salah satu pilar bisnis perusahaan.

Arah transformasi tersebut memberikan konteks ketika investor melihat perkembangan TOBA. Namun, prospek perubahan bisnis tetap perlu dibaca bersama kondisi keuangan, data pasar, dan pergerakan harga saham.

Berdasarkan data pasar per 7 Oktober 2026, market cap TOBA tercatat sebesar Rp3,96 triliun dengan 8,32 miliar saham yang dapat diperdagangkan (tradeable shares). Pada hari pengambilan data, volume perdagangan mencapai 4,43 juta saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata volume tiga bulan sebesar 14,25 juta saham.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan pada hari tersebut berada di bawah rata-rata tiga bulan. Namun, volume pada satu hari belum cukup untuk menggambarkan keseluruhan tren likuiditas saham.

Ringkasan Performa TOBA

Sejumlah rasio TOBA menunjukkan tekanan pada sisi laba. EPS tercatat -141,86 dan P/E ratio berada di -3,36. Ketika EPS bernilai negatif, P/E ratio juga tidak dapat dibaca dengan cara yang sama seperti perusahaan yang mencatat laba positif.

Sementara itu, P/S ratio tercatat 0,62 dan P/B ratio 1,33. Dari sisi profitabilitas, ROA berada di -5,14% dan ROE -23,51%. Pada sisi margin, gross profit margin tercatat 16,32%, sedangkan operating profit margin berada di -2,86%.

Dari sisi dividen, TOBA mencatat DPS sebesar 18,56 dengan dividend yield 3,90. Sementara itu, DER berada di 3,44. Angka-angka tersebut memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi profitabilitas, valuasi, dividen, dan struktur pendanaan perusahaan.

Pada pergerakan harga bulanan 2026, TOBA mencatat return -2,70% pada Januari, kemudian mengalami kenaikan besar pada Juli sebesar 37,06% dan Agustus sebesar 33,05%. Setelah itu, saham terkoreksi 23,87% pada September. Jika dihitung secara berurutan, kinerja tiga bulan tersebut berada di sekitar +39%.

Mengapa TOBA Naik 39% dalam 3 Bulan meski EPS Negatif

Kenaikan sekitar 39% dalam tiga bulan terutama terbentuk dari pergerakan pada Juli dan Agustus. TOBA mencatat return +37,06% pada Juli, dilanjutkan +33,05% pada Agustus. Setelah itu, September membawa koreksi sebesar -23,87%.

Ketika ketiga return tersebut dimajemukkan, hasilnya sekitar +39%. Perhitungan secara berurutan penting karena return bulanan tidak tepat jika hanya dijumlahkan. Sebagai contoh, kenaikan pada Juli dan Agustus kemudian dikurangi dengan penurunan September akan menghasilkan angka yang berbeda dari sekadar menjumlahkan ketiganya.

Di sisi lain, EPS TOBA masih negatif sebesar -141,86. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga saham dalam periode tersebut tidak berjalan searah dengan profitabilitas perusahaan. Namun, EPS negatif juga tidak otomatis berarti harga saham tidak dapat mengalami kenaikan karena harga saham turut dipengaruhi ekspektasi pasar, prospek bisnis, sentimen, dan berbagai faktor lainnya.

Dari sisi valuasi, P/S ratio sebesar 0,62 menunjukkan harga saham relatif terhadap penjualan perusahaan, sedangkan P/B ratio 1,33 menunjukkan harga saham berada di atas nilai buku per saham berdasarkan indikator tersebut. Kedua rasio ini dapat menjadi pelengkap ketika P/E ratio tidak memberikan gambaran yang representatif akibat EPS negatif.

TOBA juga mencatat dividend yield 3,90 meskipun EPS masih negatif. Karena itu, keberadaan dividen sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai tanda bahwa kondisi laba perusahaan sudah kuat. Investor perlu melihat laporan keuangan dan kebijakan dividen untuk memahami sumber serta keberlanjutan pembayaran dividen tersebut.

Secara keseluruhan, TOBA memperlihatkan bahwa pergerakan harga dan kondisi laba dapat bergerak berlawanan arah. EPS negatif muncul bersamaan dengan return tiga bulan sekitar 39%, sementara P/S ratio, P/B ratio, profitabilitas, dan data dividen memberikan konteks tambahan untuk membaca kondisi saham.

Mulai Berinvestasi di Makmur Sekarang Juga!

Anda dapat memantau pergerakan TOBA melalui Makmur sebagai salah satu platform investasi yang dapat digunakan untuk melihat informasi dan perkembangan saham. Data seperti return bulanan, EPS, P/S ratio, P/B ratio, dan indikator profitabilitas dapat menjadi bahan awal sebelum menentukan keputusan investasi.

Baca juga

Bagikan:

Dilla

Saya Dilla! Saya percaya bahwa pelajaran terbaik datang dari cerita sehari-hari. Sebagai seorang Life Enthusiast, saya menjadikan hidup saya sebagai 'laboratorium' untuk menguji berbagai tips dan tren—mulai dari trik produktivitas aneh hingga resep rumahan yang anti-gagal. Semua yang Anda baca di sini adalah hal yang sudah saya coba dan jalani sendiri. Saya suka merangkai pengalaman ini menjadi panduan praktis yang siap Anda terapkan. Mari bertukar cerita dan tumbuh bersama!

Tags

Tinggalkan komentar


The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.