sindunesia Sindunesia, pembelajar beragama dan berbudaya yang suka calistung.

Metode Ilmiah Biologi: Pngertian, Langkah-Langkah Metode Ilmiah Lengkap

metode ilmiah biologi

Metode Ilmiah Biologi – Bagi Anda yang pernah mempelajari ilmu pengetahuan alam (IPA), pasti akan menemukan salah satu bidang pelajaran yakni ilmu biologi.

Di dalam ilmu biologi, terdapat pelajaran mengenai penelitian suatu benda atau makhluk yang terdiri dari biotik (hidup), dan abiotik (mati).

Dalam melakukan suatu penelitian, seorang peneliti tidak boleh sembarangan untuk menyimpulkan suatu ilmu pengetahuan.

Harus ada langkah yang tepat dalam pengambilan keputusan hingga akhirnya ditarik kesimpulan.

Pengertian Metode Ilmiah Bioloogi

pengertian metode ilmiaih biologi

Sebelum lanjut ke pembahasan metode ilmiah biologi, terlebih dahulu perlu kita ketahui apa itu pengertian dari metode ilmiah itu sendiri.

Metode ilmiah adalah tahapan atau langkah-langkah yang dilakukan secara rasional (masuk akal) saat melakukan penelitian.

Memahami hal ini berguna untuk menghasilkan kesimpulan dibidang ilmu pengetahuan. Artinya, dari definisi metode ilmiah diatas dapat diambil kesimpulan bahwa suatu hasil kesimpulan harus sesuai kenyataan dan dapat dipahami oleh akal manusia.

Metode ilmiah biologi, tidak jauh berbeda dengan metode ilmiah kimia maupun fisika. Secara garis besar, dalam melakukan penelitian harus menggunakan metode ilmiah biologi yang terdiri dari beberapa tahap/langkah antara lain:

  • Tahap Perumusan Masalah
  • Tahap Perumusan Teori
  • Tahap Perumusan Hipotesis
  • Tahap Pengujian Hipotesis
  • Tahap Pengambilan Kesimpulan

Daur Hidup Ikan: Klasiafikasi, Kandungan Gizi, Hingga Habitat

Ragam Contoh Hewan Amfibi dan Nama Latin-nya


Langkah-Langkah Metode Ilmiah Biologi

Untuk melakukan sebuah penelitian, diperlukan langkah yang tepat untuk menghasilkan sebuah kesimpulan yang konkret (nyata) dan rasional (masuk akal). Berikut penjelasan langkah-langkahnya:

1. Perumusan Masalah

perumusan masalah metode ilmiah biologi

Perumusan masalah adalah langkah awal sebuah penelitian. Dimana pencarian masalah dapat ditemukan dari hal kecil disekitar lingkungan kita.

Tahap perumusan masalah ini bertujuan untuk memberi batasan pada penelitian dan fokus pada cara pemecahan masalah tersebut.

Dalam melakukan perumusan masalah, peneliti harus memahami terlebih dahulu etika atau ketentuan-ketentuannya sebagai berikut:

  • Jika memberi sebuah pertanyaan, harus ditanyakan secara jelas.
  • Usahakan didalam pertanyaan tidak bermakna ambigu/ganda.
  • Dalam perumusan masalah, harus disertai kalimat tanya meliputi apa, bagaimana, dimana, kapan dan siapa.

Berikut adalah contoh bagaimana pengaruh oksigen dalam kehidupan manusia.

Di daerah perdesaan terdapat banyak sekali lahan persawahan yang amat luas. Sawah tersebut biasanya ditanami padi maupun ketan.

Namun, para petani banyak yang mengeluh karena ketersediaan air berkurang karena musim kemarau. Sehingga, padi hanya bisa dipanen sekali dalam setahun.

Masalah tersebut sudah dialami petani beberapa tahun terakhir ini, sehingga ketersediaan padi sebagai makanan pokok akan berkurang dan mengalami kenaikan harga di pasaran. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penanggulangan.

Penanggulangan tersebut berupa pembuatan infrastruktur air yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas khususnya para petani.

Seperti contoh pembangunan bendungan yang bisa menampung air hujan, sehingga airnya dapat dialirkan ke lahan pertanian masyarakat.

2. Landasan Teori

landasan metode ilmiah biologi

Landasan teori merupakan tahap selanjutnya untuk melakukan sebuah penelitian. Dimana tahap ini merupakan pengertian yang akan dibahas oleh peneliti. Landasan teori disebut juga kerangka berfikir atau dasar teori.

Selain untuk pembahasan, landasan teori berfungsi untuk dokumentasi hasil observasi lapangan. Misalnya dalam contoh kasus kekeringan dan infrastruktur air diatas.

Landasan teori yang paling cocok untuk digunakan pada masalah tersebut antara lain:

  • Soal wawancara lebih tepat dengan para petani dan pemerintah.
  • Pengertian bendungan air hujan dan bagaimana cara pembuatan bendungan air tersebut.
  • Hasil pengujian tentang bendungan air dan tes pengairan ke lahan pertanian masyarakat (mencari referensi di jurnal ilmiah).

3. Perumusan Hipotesis

perumusan hipotesis metode ilmiah biologi

Metode ilmiah yang ketiga adalah metode perumusan hipotesis. Hipotesis adalah perkiraan atas hasil sementara atau bisa diartikan sebagai jawaban sementara dari rumusan masalah. Hipotesis inilah yang nantinya akan dilakukan pengujian dalam sebuah eksperimen.

Dalam perumusan hipotesis, harus ada 3 variabel didalamnya. Variabel adalah faktor-faktor yang mempengaruhi eksperimen dengan varian ukuran yang dapat diukur. Macam-macam variabel tersebut diantaranya:

  1. Variabel bebas manipulasi, adalah faktor-faktor yang dapat dipengaruhi dan diubah oleh seorang peneliti.
  2. Variabel kontrol, adalah faktor-faktor yang sengaja dibuat tanpa dilakukan perbandingan.
  3. Variabel terikat, adalah faktor-faktor yang dapat berubah tergantung pada perubahan variabel bebas manipulasi.

Hipotesis sendiri terbagi menjadi 2 macam, yaitu:

  1. Hipotesis alternatif: hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
  2. Hipotesis nol: hipotesis yang menyatakan tidak ada pengaruh dari variabel terikat.

4. Pengujian Hipotesis

pengujian metode ilmiah biologi

Tahapan metode ilmiah keempat ialah melakukan pengujian terhadap hipotesis yang sudah ditentukan sebelumnya. Pada tahap ini, para peneliti melakukan percobaan atau pembuatan mengenai masalahnya.

Misalnya mengenai contoh diatas tadi, pengujian hipotesis ini dapat berupa pembuatan bendungan air hujan dengan menggunakan beton untuk memperkuat dinding pembatas bendungan air hujan.

Ketika bendungan air ini dibuat, maka tugas peneliti selanjutnya ialah mengimplementasikan hipotesis dengan cara mencoba bendungan tersebut dengan mengalirkan air ke lahan pertanian masyarakat.

Setelah pengujian dilakukan, maka peneliti harus menuliskan dan menyampaikan hasil hipotesisnya. Dalam tahap pengujian ini dilakukan beberapa kali untuk mencegah terjadinya kesalahan.

Tahap selanjutnya ialah peneliti melakukan pengukuran luas dinding beton dengan membandingkan hasilnya.

5. Mengolah Data

mengolah data metode ilmiah biologi

Mengolah data merupakan pekerjaan yang sangat rumit, jika dianalisis secara tuntas dan menyeluruh, diperlukan alat yang berupa statistik.

Untuk siswa SMA yang baru berlatih penelitian, tidak perlu melakukan uji statistik. Data yang diperoleh dianalisis secara sederhana.

Dengan cara dicatat, kemudian dicari rata-ratanya tiap perlakuan, selanjutnya ditampilkan dalam bentuk grafik. Hasil rata-rata tersebut dijadikan pedoman untuk menarik kesimpulan.

6. Pengambilan Kesimpulan

pengambilan kesimpulan metode ilmiah biologi

Tahap yang terakhir adalah tahap pengambilan kesimpulan. Pada tahap ini, peneliti membandingkan hasil penelitian dengan hasil asli.

Kemudian yang harus dilakukan adalah menarik kesimpulan. Apakah ada nilai guna atau tidak, terbukti atau tidak.

Saat melakukan suatu metode ilmiah biologi, peneliti harus mempunyai sikap-sikap ilmiah. Sikap-sikap ilmiah yang wajib dimiliki oleh seorang peneliti yaitu:

  • Dapat mengembangkan rasa ingin tahu terhadap sesuatu.
  • Bisa bekerja sama.
  • Mempunyai kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar.
  • Memiliki sikap disiplin dan tekun.
  • Selalu jujur terhadap fakta (kenyataan).
  • Harus berani dan bersikap santun dalam mengajukan pertanyaan dan argumentasi.
  • Memberi pendapat secara ilmiah dan kritis.
  • Harus berani mengusulkan perbaikan dan bertanggung jawab atas usulan-usulan yang diajukan.

Contoh dari kasus diatas dapat diambil beberapa kesimpulan dari jawaban pertanyaan berikut ini:

  • Apakah bendungan bisa berfungsi dengan baik?
  • Apakah bendungan bisa berjalan dengan baik?
  • Kira-kira berapa persen kemungkinan kesalahan yang ditimbulkan oleh bendungan?

Dari berbagai pertanyaan tersebut, peneliti akan menarik kesimpulan bahwa bendungan air hujan dari beton ini dapat digunakan atau tidak.

7. Mengkomunikasikan Hasil

mengkomunikasikan hasil metode ilmiah biologi

Dalam mengkomunikasikan hasil setelah melakukan penelitian, para peneliti membuat laporan, kemudian laporan tersebut diterbitkan dalam bentuk jurnal ilmiah yang dipublikasikan, ditulis dalam bentuk buku atau diseminarkan didepan media dan publik.

Untuk siswa SMA, laporan dapat dipublikasikan lewat majalah siswa yang terbit di sekolah, ditempelkan di majalah dinding.

Selain itu juga dapat diseminarkan dengan mengundang siswa dari sekolah lain, bahkan dapat juga dikirimkan untuk lomba penelitian ilmiah tingkat SMA.



Akhir Kata

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai metode ilmiah biologi mulai dari pengertian hingga langkah-langkah metode ilmiah yang terdiri dari perumusan masalah, landasan teori, perumusan hipotesis, pengujian hipotesis, mengolah data, pengambilan kesimpulan dan mengkomunikasikan hasil penelitian.

Terima kasih, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita mengenai metode ilmiah biologi.

sindunesia Sindunesia, pembelajar beragama dan berbudaya yang suka calistung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *