sindunesia Sindunesia, pembelajar beragama dan berbudaya yang suka calistung.

√ Peta Kota Semarang | Penjelasan Lengkap

peta kota Semarang

Peta Kota Semarang – Tentunya sudah tidak asing lagi bahwa Semarang adalah ibu Kota dan Kota terbesar di provinsi Jawa Tengah Indonesia.

Semarang menempati urutan ketujuh sebagai Kota metropolitan di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Bekasi dan Tanggerang dengan populasi penduduk sebesar 1,8 juta orang.

Dekade terakhir, Semarang berkembang lebih pesat, ini ditandai dengan munculnya gedung pencakar langit di sudut Kota.

Dari peta Kota Semarang di bawah ini kita dapat melihat bahwa Semarang berbatasan langsung dengan beberapa kabupaten di sekitarnya, meliputi Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan juga dengan Laut Jawa.

Berikut rincian peta Kota Semarang dan penjelasan selengkapnya.

Peta Kota Semarang Lengkap Dengan Nama Jalan

Peta Kota Semarang Lengkap Dengan Nama Jalan

Gambar Peta Kota Semarang

Gambar peta kota Semarang beserta timeline pemetaan.

gambar peta kota semarang

Peta Kota Semarang Hd

Gambar peta kota Semarang HD berwarna hijau dan kuning kombinasi garis hitam.

peta kota semarang hd

Peta Kota Semarang Detail

Gambar peta kota Semarang yang nampak detail beserta dengan nama kecamatan.

peta kota semarang detail

Peta Kota Semarang Jawa Tengah

Gambar peta kota Semarang beserta batas wilayah dengan kabupaten disekelilingnya.

Peta kota semarang jawa tengah

Peta Wisata Semarang

Gambar peta kota Semarang jenis peta wisata yang menunjukkan beberapa tempat populer di Semarang.

peta wisata semarang

Google Map Semarang

Peta kota Semarang versi google map.

Peta Kabupaten Semarang

Gambar peta kabupaten Semarang pembagian wilayah kecamatan.

peta kabupaten semarang


Peta Vietnam & Penjelasan Lengkap 

Peta Benua Australia, Sejuta Wisata & Budaya


Fakta Menarik Semarang

Seperti peta Indonesia dan Asia. Dibalik visual peta Kota Semarang, daerah ini menyimpan berbagai fakta menarik didalamnya.

  • Semarang adalah ibu Kota dan Kota terbesar di provinsi Jawa Tengah Indonesia yang memiliki pelabuhan utama sejak era kolonial Belanda yang merupakan pelabuhan regional penting hingga saat ini.

 

  • Kota ini dinobatkan sebagai tujuan wisata terbersih di Asia Tenggara oleh ASEAN Clean Tourist City Standard (ACTCS) untuk tahun 2020 hingga 2022.

 

  • Peta Kota Semarang menunjukkan memiliki luas 373,78 kilometer persegi (144,32 sq mi) dan terletak sekitar 558 km timur Jakarta, atau 312 km barat Surabaya.

 

  • Populasi Kota Semarang sekitar 1,8 juta orang, menjadikannya Kota terpadat ketujuh di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Bekasi, dan Tangerang.

 

  • Semarang adalah Kota administrasi dengan silus perdagangan yang sibuk. Sebagian besar wilayahnya Kota ini terdiri dari kantor, pusat bisnis, kawasan industri di dataran rendah, seperti di sisi perbukitan, serta banyak rumah dan taman indah disertai pemandangan Kota dan laut.

 

  • Catatan lama Kota ini berasal dari abad ke 15 hingga abad ke 18 yang ditandai dengan monumen kuno menawan yang masih berdiri sampai sekarang.

 

  • Ada bagian yang lebih tua dari Kota ini, yang berada didekat pelabuhan lautnya, yaitu koleksi menarik dari bangunan-bangunan yang tampak aneh yang berasal dari era kolonial Belanda atau lebih jauh lagi, pada masa Perusahaan Hindia Belanda.

 

  • Penduduk Semarang sebagian besar adalah orang Jawa, meskipun dengan jumlah orang yang lebih sedikit daripada banyak daerah di Indonesia. Semarang juga terkenal dengan populasi etnis Cina yang besar. Bahasa utama yang digunakan adalah bahasa Indonesia dan Jawa.

Geografi

Semarang memiliki daerah dataran rendah yang sangat sempit, sekitar 4 kilometer dari garis pantai. Dataran rendah ini dikenal sebagai pinggiran Kota/Kota bawah.

Daerah pinggiran Kota ini sering terjadi banjir, dan di beberapa daerah banjir ini disebabkan oleh luapan air laut (rob).

Di wilayah timur Kota Semarang merupakan wilayah dataran rendah yang melebar hingga 11 kilometer dari garis pantai.

Sedangkan di sebelah selatan adalah sebuah dataran tinggi, yang dikenal sebagai Kota atas, tepatnya diantara Distrik Kuil, Mijen, Gunungpati, dan Banyumanik.

Kota Semarang memiliki ketinggian 2 meter di bawah permukaan laut hingga 340 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan 0% – 45%.

Kota Semarang adalah Kota dengan kondisi topografi yang unik berupa dataran rendah yang sempit dan daerah perbukitan membentang dari sisi barat ke sisi timur Kota Semarang. Kota ini terletak sekitar 558 km timur Jakarta dan 312 km barat Surabaya.

Daerah dataran rendah Semarang yang merupakan dataran rawan banjir. Daerah tersebut adalah sungai-sungai besar yang mengalir di Kota Semarang, seperti Kali Garang (Kanal Banjir Barat), Sungai Pengkol, dan Sungai Bringin.

Daerah dataran rendah ini membentang di sisi utara Kota Semarang dan hampir mencakup 40% dari total wilayah Kota Semarang.

Daerah dataran rendah ini dikenal sebagai Kota bawah, yang dalam bahasa jawa disebut dengan Semarang Ngisor, yang juga menjadi pusat kegiatan ekonomi Kota.

Dalam kondisi ini, wilayah Kota yang lebih rendah sering dilanda banjir tahunan dan puncaknya terjadi pada musim hujan.

Sejumlah daerah, terutama Semarang Utara, banjir ini terkadang juga disebabkan oleh pasang surut laut (banjir pasang surut).

Daerah berbukit di Kota Semarang membentang di sisi selatan. Bukit-bukit ini adalah bagian dari rangkaian pegunungan Jawa utara yang membentang dari Banten ke Jawa Timur.

Wilayah berbukit di Kota Semarang dikenal sebagai Kota atas, yang dalam bahasa jawa disebut dengan Semarang Dhuwur.

Wilayah berbukit ini juga merupakan daerah hulu dari sungai-sungai besar yang mengalir di Kota Semarang.

Wilayah Kota bagian atas juga merupakan bagian dari gunung berapi Ungaran, yang terletak di sisi selatan Kota Semarang.

Batas Wilayah Kota Semarang

Batas wilayah administrasi Kota Semarang adalah sebagai berikut.

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Jawa
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Demak
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Semarang
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Kendal

Iklim & Cuaca Semarang

Semarang adalah sebuah wilayah dengan kondisi iklim hutan hujan tropis yang berbatasan dengan iklim hujan tropis (Am).

Kota ini memiliki bulan-bulan basah dan kering, dimana pada periode 6 bulan Oktober hingga Maret sebagai bulan basah dan bulan Juni hingga Agustus menjadi bulan terkering.

Namun, dalam bulan-bulan ini curah hujan rata-rata tidak turun di bawah 60 mm, sehingga dikategorikan sebagai hutan hujan tropis.

Semarang rata-rata memiliki curah hujan sekitar 2800 mm setiap tahun. Suhu rata-rata di Kota Semarang relatif konsisten, berkisar diantara 28 derajat Celcius.

Semarang juga dikenal memiliki rekor suhu maksimum terpanas di Indonesia, yakni mencapai 39.5 ° C (103.1 ° F) pada 14 Oktober 2014 silam.


Sejarah Semarang

Sejarah Semarang berawal pada abad ke-9, ketika itu dikenal sebagai Bergota yang merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno.

Pada akhir abad ke-15, seorang Arab bernama Kyai Pandan Arang mendirikan sebuah desa dan sekolah Islam di desa tersebut.

Pada tanggal 2 Mei 1547, Sultan Hadiwijaya dari Pajang Kyai mendeklarasikan Pandan Arang sebagai bupati (walikota) pertama Semarang.

Sehingga dengan demikian dapat menciptakan Semarang secara administratif dan politis.

Pada tahun 1678, Sunan Amangkurat II berjanji untuk memberikan kendali atas Semarang kepada Dutch East India Company (VOC) sebagai bagian dari pembayaran utang.

Pada 1682, negara Semarang didirikan oleh kekuatan kolonial Belanda. Pada tanggal 5 Oktober 1705 setelah bertahun-tahun pendudukan, Semarang secara resmi menjadi Kota VOC.

Perubahan tersebut karena Susuhunan Pakubuwono I membuat kesepakatan untuk memberikan hak dagang yang luas kepada VOC dengan imbalan menghapus utang Mataram.

Kemudian, VOC dan pemerintah Hindia Belanda mendirikan perkebunan tembakau di wilayah tersebut dan membangun jalan dan jalur kereta api sebagai pusat perdagangan kolonial yang penting.

Kehadiran bersejarah komunitas Indo (Eurasia) yang besar di daerah Semarang juga tercermin oleh fakta bahasa campuran kreol yang disebut Javindo yang ada di sana.

Sejarah Semarang Kota Indische Klasik (1678–1870)

Semarang diserahkan oleh Sultan Mataram ke Hindia Belanda pada tahun 1678. Kota ini digambarkan sebagai sebuah pemukiman kecil dengan daerah Muslim yang saleh bernama Kauman, seperempat Cina, dan benteng Belanda.

Benteng ini memiliki bentuk pentagonal dengan hanya satu gerbang di selatan dan lima menara pemantauan untuk melindungi pemukiman Belanda dari tindakan pemberontakan, serta untuk memisahkan ruang antara pemukiman Belanda dan daerah lainnya.

Faktanya, Kota Semarang hanya dirujuk ke wilayah Belanda sedangkan pemukiman etnis lainnya dianggap sebagai desa di luar batas Kota.

Masa itu Kota ini dikenal sebagai de Europeesche Buurt, dibangun dalam gaya Eropa klasik dengan gereja yang terletak di tengah, jalan-jalan lebar, jalan-jalan dan villa.

Menurut Purwanto (2005), bentuk Kota dan arsitektur dari pemukiman ini sangat mirip dengan prinsip-prinsip desain yang diterapkan banyak Kota di Belanda yang mulai memperhatikan tata letak kecantikan Kota.

Namun karena Perang Jawa yang panjang dan mahal, tidak ada banyak dana dari pemerintah Hindia Belanda yang dapat mempengaruhi pembangunan Semarang.

Hanya saja mayoritas tanah digunakan untuk sawah dan satu-satunya perbaikan kecil adalah pengembangan benteng di sekitarnya.

Meskipun kurang berkembang, Semarang memiliki sistem Kota yang tertata dengan baik. Di mana kegiatan perkotaan terkonsentrasi di sepanjang sungai dan pemukiman dihubungkan dengan pasar di mana berbagai kelompok etnis bertemu untuk berdagang.

Pada tahun-tahun berikutnya, keadaan pasar menjadi elemen utama dan generator pertumbuhan ekonomi perkotaan.

Pengaruh penting terhadap pertumbuhan Kota adalah proyek Jalan Surat Hebat pada tahun 1847, yang menghubungkan semua Kota di pantai utara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sehingga menjadikan Semarang sebagai pusat perdagangan produksi pertanian.

Selepas proyek tersebut kemudian diikuti oleh pengembangan kereta api Hindia Belanda dan jalan penghubung ke pusat Kota Semarang pada akhir abad ke-19.

Sampai pada tahun 2002, Colombijn menandai pengembangan sebagai pergeseran fungsi perkotaan, yang sebelumnya berorientasi di sungai kemudian semua layanan berubah menghadap ke tepi jalan.

Sejarah Semarang Masa Kota modern (1870–1922)

Pada masa ini mengalami peningkatan komunikasi, hasil dari proyek Mail and Railway membawa ledakan ekonomi ke Kota di tahun 1870-an.

Ada rumah sakit, gereja, hotel, dan rumah-rumah besar yang dibangun di sepanjang jalan utama yakni, Jalan Bojongscheweg, Pontjolscheweg, dan Mataram, di pemukiman etnis dan menciptakan perkampungan Kota.

Pertumbuhan perkotaan membentuk perkampungan padat yang mencapai 1.000 jiwa per hektar dan menurunkan kualitas kondisi kehidupan.

Namun, pada awal abad ke-20, angka kematian tinggi karena kepadatan penduduk dan kurangnya kebersihan yang memicu wabah kolera dan tuberkulosis.

Cobban (1993) mencatat gerakan etis dari kampanye kampung yang dipimpin oleh Henry Tillema pada tahun 1913 dan keprihatinan Penasihat untuk Desentralisasi perbaikan kampung.

Perbaikan kampung tersebut meliputi perbaikan toilet umum, drainase, dan perencanaan perumahan umum.

Pada tahun 1917, sebuah proyek perumahan yang sehat dilaksanakan di bagian selatan Semarang bernama Candi Baru.

Thomas Karsten, penasihat perencanaan Kota, mengubah konsep pemisahan etnis yang membagi permukiman Kota sebelumnya menjadi rencana distrik perumahan baru berdasarkan kelas ekonomi.

Secara praktis ketiga kelompok etnis itu juga dibagi menjadi tiga kelas ekonomi, di mana Belanda dan Cina yang kaya menempati tanah yang paling luas di distrik perumahan.

Thomas Karsten telah secara efektif muncul dengan mengintegrasikan jaringan jalan, memperkenalkan pencucian umum dan fasilitas mandi baru, juga alun-alun serta tempat olahraga yang dapat digunakan secara umum.

Setelah proyek Candi Baru, ada tiga rencana pembangunan perumahan lain di tahun 1916–1919 untuk mengakomodasi peningkatan populasi 55% di Semarang meliputi 45.000 orang Jawa, 8500 Cina, dan 7000 orang Eropa.

Karsten menandai pendekatan baru untuk perencanaan Kota. Upaya yang dilakukannya meliputi penekanan pada persyaratan estetika, praktis dan sosial yang tidak diartikulasikan dalam hal ras namun pada zona ekonomi.

Didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan tata ruang Kota, Kota ini berlipat ganda dalam ukuran dan meluas ke selatan pada tahun 1920-an, menciptakan inti Kota metropolitan di mana kelompok multi-etnis tinggal dan berdagang di Kota.

Desa-desa di pinggiran Kota seperti Jomblang dan Jatingaleh terus menjadi Kota satelit Semarang, yang lebih padat dengan wilayah pasar yang lebih besar.

Sebelum invasi Jepang pada tahun 1942, Semarang telah menjadi ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, sebagai hasil dari keberhasilan perdagangan dan industri dan perencanaan tata ruang.


Ekonomi

Secara umum menjadi ibu Kota Jawa Tengah, dan Kota terbesar ke tujuh di Indonesia, Semarang memiliki perputaran ekonomi cukup besar.

Semarang telah berubah dan berevolusi secara dinamis menuju arah yang lebih baik. Dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun, Kota metropolitan Semarang terus membangun kontribusi keuangan yang vital bagi Indonesia, karena perdagangan, industri dan jasa meningkat pesat.

Akibatnya, daya beli masyarakat pun ikut meningkat, aliran modal masuk, membentuk kepercayaan konsumen, dan indeks bisnis relatif kondusif bagi pengembangan beberapa kawasan pusat bisnis.

Contohnya seperti pada pusat Kota Simpang Lima (SLCC), Pemuda Central Business District (PCBD), dan Gajahmada Golden Segitiga (GGT).

Sektor besar keuangan dan perbankan Indonesia dan internasional telah hadir dan memiliki kantor regional di Semarang.

Contohnya seperti Bank Mandiri, BCA, BNI, BRI, Panin Bank, HSBC, Permata, Standard Chartered, RaboBank, Citibank, DBS, UOB, OCBC NISP, KEB Hana Bank, CIMB NIAGA, Maybank.

Seperti Kota-Kota metropolitan lain di Indonesia, bagian barat Kota ini memiliki banyak taman industri dan pabrik.

Berikut beberapa kawasan perputaran ekonomi Kota Semarang.

Kawasan Bisnis Terpadu – Central Business Districts (CBD)

Semarang menjadi pusat pemerintahan sekaligus pusat perekonomian regional Jawa Tengah. Kondisi ini menjadikan Semarang bertransformasi dan berdinamika lebih berkembang serta lebih berkemajuan.

Dalam masa perkembanganya, Kawasan metropolitan Semarang memiliki perperan penting dalam kontribusi finansial dan moneter di Indonesia.

Kunci utama perkembangan dalam pembangunan Kota Semarang yaitu berada pada sektor perindustrian dan perdagangan

Pertumbuhan Kota ini juga dipengaruhi oleh berkembangnya sektor jasa sebagai arus perekonomian Kota Semarang yang secara terus menerus mengalami perkembangan.

Pertumbuhan perekonomian di Kota Semarang sangat mendukung meningkatnya minat investasi daya beli masyarakat, indeks kepercayaan konsumen dan arus modal.

Semakin lancaranya iklim bisnis di Kota Semarang memicu luasnya pertumbuhan kawasan perdagangan dan perkantoran.

Salah satu upaya regionalisasi dan tata ruang wilayah, maka dibentuk kawasan bisnis terpadu atau CBD (Central Business District). Kawasan ini diperuntukan untuk kegiatam ekonomi terpadu.

Kawasan CBD utama yang dimiliki Kota Semarang adalah, Golden Triangle Bussiness District.

Golden Triangle Bussiness District yaitu kawasan bisnis terpadu yang berlokasi di Semarang Pusat dengan segmen sub-CBD, sebagai berikut:

  • Simpang Lima City Center (SLCC)
  • Pemuda Central Bussiness District (PCBD) dan
  • Gajahmada Golden Triangle (GGT)

Di Semarang ada juga beberapa lokasi kawasan CBD selain Golden Triangle Bussiness District, kawasan tersebut meliputi:

  • Kawasan CBD Peterongan
  • Kawasan CBD Majapahit
  • Kawasan CBD Setiabudi
  • Kawasan CBD Tembalang dan
  • Kawasan CBD Jenderal Sudirman – Kalibanteng

Faktor pengembangan Kawasan CBD ini karena kondisi pusat Kota dianggap mengalami kejenuhan oleh masyarakat, sehingga dilakukan perluasan pusat bisnis.

Kawasan CBD Semarang Pusat (Golden Triangle Bussiness District)

Simpang Lima City Center (SLCC)

Kawasan (CBD)  Golden Triangle Central Business District atau Kawasan Bisnis Terpadu di wilayah Kota Semarang Pusat, tepatnya bersegmen di Simpang Lima City Center (SLCC)

SLCC adalh sub-CBD yang difungsikan sebagai jantung perekonomian Kota Semarang. Adapun beberapa jalan protokol yang termasuk dalam kawasan SLCC, yakni meliputi:

  • Jalan Pandanaran
  • Jalan Pahlawan
  • Jalan Achmad Yani
  • Jalan Gajahmada dan
  • Jalan KH Achmad Dahlan

Kawasan SLCC banyak dihiasai oleh bangunan pencakar langit yang tinggi menjulang. Ada beberapa gedung yang menjadi ikonik dari kawasan SLCC sebagai berikut:

  • Swiss-Belhotel InternationalHotel Semarang
  • Ciputra Mall
  • Horison Hotel
  • Plaza Simpang Lima
  • Louis Kienne Serviced Apartment Hotel
  • HA-KA Hotel
  • Santika Premiere Hotel
  • Wisma HSBC
  • Indosat Oooredoo Tower
  • Living Plaza ACE Hardware & InForma
  • Gramedia Center Pandanaran
  • Accor Ibis Simpang Lima Hotel
  • Amaris Simpang Lima Hotel
  • Tentrem Hotel Mall Apartment Semarang
  • Simpang Lima Residences
  • SMC (Semarang Medical Centerl) Telogorejo Hospital
  • Mega Bank Tower
  • Universitas Stikubank Tower
  • Pandanaran Hotel
  • DBS Center
  • @Hom Hotel
  • SentraLand Superblock
  • Graha Bank Indonesia
  • Plaza Telkom
  • Wisma Telkomsel
  • XL Axiata Center Simpang Lima
  • Bank Mandiri Plaza
  • CitiBank Square
  • Pramuka Building
  • Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Jawa Tengah
  • Kantor Polda Jawa Tengah dan
  • Kantor Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah

Pemuda Central Business District (PCBD)

Pemuda Central Bussiness District (PCBD) adalah kumpulan dari kawasan bisnis terpadu Golden Triangle yang berada di area Tugu Muda dan Jalan Pemuda Semarang Pusat.

PCBD menjadi titik pusat dari kawasan Golden Triangle. PCBD ini mencakup Jalan MGR Soegijapranata, Jalan Pandanaran , Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pemuda.

Terdapat dua bangunan di dalam kawasan PCBD, yakni Tugu Muda dan Lawang Sewu Heritage Complex yang menjadi ikonik daripada Kota Semarang.

Berikut adalah daftar nama bangunan tinggi yang hadir di kawasan PCBD:

  • Semarang Tourism Center,
  • Pandanaran Building, Danamon Tower,
  • Wisma BII Maybank
  • Menara Juang 45
  • Wisma Sucofindo (FWD & DanaReksa)
  • DP Mall
  • SmartFren Galeri
  • Bank Panin Plaza
  • Menara Suara Merdeka
  • Premier Inn Hotel Office Tower (coming soon)
  • The Pinnacle Apartment Tower
  • Menara Bank Mega
  • Manulife Building
  • ANZ Square
  • Graha BRI
  • House of Indonesia Stock Exchange (IDX) Pandanaran
  • Dafam Hotel
  • Graha Bina Artha (Bank JaTeng headquarter)
  • Amaris Hotel
  • Gramedia Plaza Pemuda
  • Paragon City Mall
  • Crowne Plaza Hotel
  • Accor Novotel Hotel
  • Whiz Hotel
  • CitraDream Hotel
  • Accor Ibis Budget Hotel
  • Menara Bank Mandiri
  • Wisma BCA
  • Marquis de Lafayette Pollux
  • Sri Ratu Plaza

Gajahmada Golden Triangle (GGT)

Gajahmada Golden Triangle (GGT) adalah segmen kawasan bisnis terpadu Golden Triangle yang berada di wilayah Semarang Pusat.

GGT merupakan sub-CBD Golden Triangle yang mendomisili di wilayah Semarang utara. Cakupan wilayah GGT meliputi, Jalan Pemuda, Jalan MH Thamrin, Jalan Depok Jalan Gajah mada.

Beberapa budaya yang terdapat di wilayah GGT antara lain; Budaya Tionghoa (Pecinan) Semarang atau (Semarang Chinatown Heritage Complex) dan kawasan cagar budaya Pasar Johar Semarang.

GGT telah hadir dengan deretan bangunan tinggi sebagai berikut:

  • Gumaya Tower Hotel
  • ACE Gajahmada
  • Sri Ratu Mall
  • MG Suites Maven Hotel & Residences
  • Chanti Hotel
  • Semarang Town Square (SETOS)
  • 3 Store Gajahmada, Grandhika Hotel dan
  • Louis Kienne Pemuda

Kawasan CBD Semarang Selatan

Kawasan CBD Semarang Selatan adalah sebuah kawasan yang dijadikan sebagai pengembangan pusat perekonomian &  pelayanan umum baru di wilayah Semarang Selatan.

Pemusatan perekonomian baru ini memiliki maksud dan tujuan guna mengatasi kejenuhan aktifitas perekonomian di pusat Kota Semarang.

Kawasan CBD Semarang Selatan ini adalah gabungan antara kawasan CBD Setiabudi dan Kawasan CBD Tembalang – Banyumanik.

Dari segi perekonomian kawasan CBD Semarang Selatan ini sangat potensial dan kondusif. Sebab kawasan ini memiliki aksesibilitas tinggi dan pergeseran pusat bisnis di Kota Semarang yang menarik minat investasi dalam pengembangan bisnis.

Kawasan CBD Semarang Selatan disiapkan untuk pembangunan beberapa gedung tinggi diatas 25 lantai dalam beberapa waktu mendatang.

Kawasan ini dibuat sebagai pusat ekonomi di wilayah selatan Kota Semarang.

Beberapa gedung yang akan berdiri di kawasan CBD Semarang Selatan yaitu:

  • Lippo Mall & Appartment
  • Transmart II
  • Apartemen Tamansari Cendekia
  • Paltrow Appartment dan
  • Alton Appartment

Berikut adalah daftar jalan yang menepati Kawasan CBD Semarang Selatan.

  • Jalan Setiabudi
  • Jalan Prof. Soedarto
  • Jalan Tirto Agung Pedalangan dan
  • Jalan Durian Raya

Kawasan CBD Semarang Timur

Kawasan CBD Semarang Timur menjadi sebuah pengembangan perdagangan dan jasayang berpusat di wilayah timur Kota Semarang.

Pusat pengembangan pisnis ini berada di sepanjanga jalan Majapahit Kecamatan Pedurungan.

Pengembangan ini didukung adanya proyek strategis Pemerintah Kota Semarang (Simpang Lima II yang kedepannya akan berdiri di Kecamatan Pedurungan).

Kawasan CBD Semarang Timur menjadi kawasan bisnis dengan pertumbuhan tercepat kedua setelah Semarang Selatan.

Pertumbuhan kawasan CBD ini meliputi gedung pencakar langit seperti; Hotel Horison, dan beberapa outlet restoran internasional (Pizza Hut, Hoka Hoka Bento, McDonald’s Pedurungan)

Selain itu juga terdapat pusat perbelanjaan besar yakni Central City Mall, Transmart IV, Lotte Mart dan Super Swalayan Ada.

Kawasan CBD Semarang Barat

Kawasan CBD Semarang Barat yaitu sebagai pengembangan pusat kegiatan perekonomian di Kota Semarang wilayah barat.

Pengembangan kawasan bisnis tersebut meliputi  Jalan Madukoro, Bundaran Kali Banteng, Jalan Siliwangi, Jalan Pamularsih dan Jalan Jenderal Sudirman.

Perkmbangan kawasan CBD Semarang Barat mendapat pengaruh dari pertumbuhan penduduk di wilayah Semarang Barat dan aksesibilitas Bandara Internasional Achmad Yani.

Kawasan CBD ini adalah salah satu CBD yang tidak ada gedung pencakar langit sebagai penunjang aktivitas perekonomian di wilayah tersebut.

Hal ini karena adanya peraturan KKOP otoritas Bandara Internasional Achmad Yani yang tidak memperbolehkan akan ketinggian bangunan demi keselamatan lalu lintas udara di Kota Semarang.

Berikut adalah daftar pusat perbelanjaan dan perkantoran di kawasan CBD Semarang Barat:

  • Giant Supermarket
  • Super Indo Supermarket
  • Semarang Grand City Mall dan
  • Kompleks Perkantoran Madukoro

Perlu diketahui, per Juni 2018, Jalan Madukoro menjadi akses utama dari pusat Kota menuju Bandara Internasional Achmad Yani.


Penduduk

Penduduk Semarang dodominasi oleh suku Jawa dan menggunakan Bahasa Jawa dalam berinteraski sehari-hari.

Kota Semarang mayoritas penduduknya beragama Islam. Semarang juga terdapat etnis Tionghoa yang besar.

Seperti di daerah Jawa lainnya, utama Jawa Tengah, berbagai etnis telah berbaur erat dengan penduduk peribumi dengan menggunakan Bahasa Jawa dalam berkomunikasi sejak ratusan tahun lalu.


Julukan

Julukan popular Kota Semarang adalah:

  • Venetië van Java
  • Kota Lumpia
  • Kota Atlas
  • The Port of Java
  • Semarang Pesona Asia

Pariwisata

Berikut berbagai daftar tempat wisata di Kota Semarang.

Wisata Alam

  • Pulau Tirangcawang, di Kelurahan Tugu.
  • Pantai Tirang, di Kelurahan Tambak Harjo.
  • Pantai Marina, di Kelurahan Tawangsari.
  • Pantai Maron, di Kelurahan Tambak Harjo.
  • Goa Kreo, di Kelurahan Kandri.
  • Taman Lele Semarang, di Kelurahan Tambakaji.
  • Curug Lawe di Gunungpati.
  • Curug Benowo di Gunungpati.
  • Curung Karang Joho di Ngaliyan.
  • Brown Canyon di Kelurahan Meteseh.

Wisata sejarah

  • Museum MURI, di Jl. Jendral Pol. Anton Sujarwo, Kelurahan Srondol Kulon, Semarang Banyumanik.
  • Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah, di Menara Asmaul Husna Lt 3, Kelurahan Sambirejo, Gayamsari.
  • Museum Jamu Nyonya Meneer, di Kelurahan Muktiharjo.
  • Museum Jawa Tengah Ronggowarsito, di Kelurahan Gisikdrono.
  • Museum Mandala Bhakti, di Kelurahan Pindrikan Kidul.
  • Lawang Sewu, di Kelurahan Pindrikan Kidul.
  • Tugu Muda, di Kelurahan Pindrikan Kidul.
  • Candi Tugu, di Kelurahan Tugurejo.
  • Kota Tua Semarang (Little Netherland), di Kelurahan Purwodinatan.
  • Taman Budaya Raden Saleh, di Jl. Sriwijaya, Semarang.
  • Museum Old City 3D Trick Art di Jl. Letjen Suprapto, Semarang.
  • Dream Museum Zone, di Tanjung Mas, Semarang.
  • Kota Tua Semarang, di Semarang Utara, Semarang.

Wisata religious

  • Masjid Agung Jawa Tengah, di Kelurahan Sambirejo.
  • Masjid Baiturrahman Semarang, di Simpanglima.
  • Masjid Kauman Semarang, di daerah Kauman, Johar.
  • Klenteng Sam Po Kong, di daerah Simongan.
  • Kelenteng Tay Kak Sie ( Tionghoa ) Tri Dharma, di Gang Lombok, Semarang Pusat.
  • Gereja Blenduk, di Kecamatan Semarang Utara.
  • Gereja Katedral Semarang di Kelurahan Randusari.
  • Gereja JKI Injil Kerajaan Semarang. di Kelurahan Tawangsari.
  • Vihara Mahavira Graha di Kelurahan Tawangsari.
  • Pagoda Buddhagaya, di Pudak Payung, Banyumanik, Semarang Selatan.
  • Firdaus Fatimah Zahra, di Gunungpati, Semarang.

Wisata keluarga

  • Wonderia, di Kelurahan Tegalsari (tidak beroperasi).
  • Kebun Binatang Mangkang, di Kelurahan Mangkang Kulon.
  • Maerokoco (Taman Mini Jawa Tengah), di Kelurahan Tawangsari.
  • The Fountain Water Park, di Ungaran, Semarang.
  • Water Blaster, di Jangli, Semarang.
  • Waterpark Semawis, di Kedungmundu, Tembalang, Semarang.

Wisata malam

  • Alun-Alun Kota Semarang/Lapangan Pancasila (Simpang Lima).
  • Kota Lama Semarang.
  • Taman Indonesia Kaya (Taman KB).
  • Taman Wilis.
  • Taman Nada.
  • Taman Garuda.
  • Taman Meteseh.
  • Taman Kasmaran.
  • Taman Bumi Rejo.
  • Taman Halmahera.
  • Taman Pandanaran (Taman Warak Ngendok).

Secara praktis, Anda dapat menemukan berbagai tempat wisata ini melalui peta Kota Semarang dengan ponsel maupun komputer.


Pusat Perbelanjaan

Pusat perbelanjaan di Kota Semarang hadir melengkapi berbagai kebutuhan dan keinginan masyarakat setempat.

Berdasarkan peta kota Semarang berikut adalah daftar pusat perbelanjaan besar di Kota Semarang.

  • Mall Ciputra , Simpang Lima
  • Java Mall , Peterongan, Semarang Utara
  • Paragon City Mall Semarang
  • DP Mall , Jl. Pemuda Semarang Tengah
  • Central City Mall , Jl. Brigjend Sudiarto Km 11
  • Simpang Lima Plaza , Simpang Lima City Center
  • E-Plaza , Simpang Lima
  • Living Plaza , Jl. Pahlawan
  • SCJ Plaza , Shopping Center Johar. Jl Agus Salim
  • Semarang Plaza . Jl Agus Salim
  • Semarang Town Square Jl. Petempen 294
  • Johar Trade Mall , Pasar Johar Kauman
  • Transmart Telogorejo , Simpang Lima
  • Transmart Setiabudi , Jl. Setiabudi, Banyumanik

Perayaan

Kota Semarang memiliki beberapa event perayaan, yaitu:

  • Dugderan
  • Semarang Expo
  • Semarang Great Sale
  • Semarang Fashion Festival
  • Semarang Fashion On The Street
  • Festival Kota Lama Semarang

Kuliner

Semarang memiliki berbagai macam kuliner yang juga dapat diakses melalui peta Kota Semarang.

Berikut adalah daftar macam-macam makan, minuman dan oleh-oleh khas Kota semarang.

Masakan

Makanan khas Semarang antara lain adalah:

  • Bandeng presto
  • Soto Bangkong “Soto Semarang”
  • Mie Kopyok
  • Sega Becak
  • Sega Lunyu
  • Sega Ayam
  • Tahu Pong
  • Pecel Koyor
  • Petis Kangkung
  • Tahu Petis
  • Tahu Gimbal
  • Bakso
  • Babat Gongso

Jajanan

Jajanan Pasar khas Semarang antara lain adalah:

  • Lunpia Semarang
  • Spekoek
  • Jongkong Singkong
  • Gandos
  • Kue Moci
  • Blanggem
  • Timus
  • Gilo-gilo
  • Tahu Gimbal

Minuman

Minuman khas Semarang antara lain adalah:

  • Kolak Setup
  • Es Cao
  • Es Marem
  • Es Congklik
  • Es Dawet Durian Kampung Kali
  • Es Krim Toko Oen
  • Wedang Durian
  • Wedang Jahe Rempah
  • Wedang Lengkeng
  • Wedang tahu
  • Wedang Jalang (Wedang Jahe Alang-alang)
  • Wedang Kacang Tanah

Anda juga bisa melihat melalui daftar minuman di peta Kota semarang / Semarang map.

Oleh-oleh

  • Lumpia
  • Roti Gandjel Rel
  • Jambu Semarang
  • Wingko Babat
  • Mari Wijen
  • Bandeng presto

Lebih lengkap dapat diketahui melalui peta Kota Semarang baik di google map tau atlas.

Akhir Kata

Demikianlah sajian informasi mengenai peta Kota Semarang beserta penjelasan lengkap mengenai kondisi Kota Semarang dan turunannya.

Terimakasih, semoga bermanfaat dan dapat mempermudah Anda dalam mengenali peta Kota Semarang.

sindunesia Sindunesia, pembelajar beragama dan berbudaya yang suka calistung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *